Pada tanggal 20 Mei 1908 oranganisasi Budi Utomo melakukan penyadaran kepada kaum pribumi, tujuan pendidikan yang digunakan oleh Dr. Sutomo ini untuk memperkuat pertahanan dari bangsa Belanda tersebut. Karna tujuan pendidikan yang di bangun untuk membuat kaum pribumi bisa mengikuti pendidikan yang di bangun oleh Dr. Sutomo.
Makna dibalik pendidikan Budi Utomo ini, tujuanya komitmen menggankat harkat dan martabat hidup kaum pribumi dengan cara keahlian Dr. Sutomo dalam menghidupkan kembali nilai pendidikan Budi Utomo. Keutamaan kaum pribumi untuk mewujudkan impian dan cita-cita sebagai kaum yang adil dan beradab makna dan arti sebagai dasar untuk menentukan arah dari nilai pendidikan itu sendiri
Pada tanggal 2 Mai 1920 pendidikan taman siswa di Bandung oleh KH. Dewantara untuk mewujudkan impian dan cita-cita kaum pribumi, karna pendidikan ini untuk menyadarkan banyak dari kaum bangsawan dan juga kaum priyayi dalam menjalankan pendidikan taman siswa. Sehingga pendidikan ini bisa dijalankan dengan baik
Amanat penderitaan kaum pribumi sebagai bentuk apresiasi terhadap pendidikan taman siswa, dengan menggunakan metode secara langsung. Tujuan pendidikan taman siswa di bangun oleh KH. Dewantara untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda, ketika pada saat itu Belanda sudah mengguasai tanah milik kaum pribumi
Ketika pada tanggal 27 September 1927 pertemuan 18 kerajaan Islam di tapak Siring Bali, untuk membahas penghapusan tanah yang di kontrak oleh bangsa Belanda. Kemudian penghapusan itu akan dibahas dalam 3 poin dalam pembahasan dalam kehidupan kerajaan tersebut. Yang harus hipus ada tiga tersebut “. 1. Menghapus feodalisme 2. Menghapus kontrak tanah dan VOC 3. Mengamanatkan kepada pemuda pergerakan untuk menyatukan Nusantara.
Maka dengan berdirinya Pemuda pergerakan maka terlahir 28 Oktober 1928 sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia untuk membahas isi dari sumpah pemuda 1. Kami putra putri Indonesia bertumpah dara yang satu tanah air Indonesia 2. Kami putra putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia 3. Kami putra putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

